Home / Agenda Kegiatan / DEMA-F dan HMJ Sosiologi Kawal Demokrasi Indonesia di Era Milenial

DEMA-F dan HMJ Sosiologi Kawal Demokrasi Indonesia di Era Milenial

FISIP Online: Semarang- Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ Sosiologi)  FISIP UIN Walisongo mengadakan Seminar Nasional yang kali ini mengangkat tema ”Generasi pemuda di era milenial dalam mengawal demokrasi Indonesia” dengan pembicara Drs. Sineong N.R.MM, Zahwa Islami, S.Psi, dan Sultan Rivandi.

Acara Seminar Nasional yang dilangsungkan di Audit 2 UIN Walisongo, ini diadakan pada tanggal 3 Desember 2019.

Seminar Nasional merupakan salah satu program unggulan oleh DEMA dan HMJ Sosiologi. Pada tahun ini telah memasuki tahun ke-2 kegiatan ini dilaksankan. Seminar nasional kali ini diharapkan pemuda memiliki kepekaan terhadap isu-isu faktual serta realita sosial politik, kritis terhadap sistem permainan politik dalam pemerintahan, dan mampu menjadi mesin penggerak kaum milenial atau pemuda dalam mengawal demokrasi serta menegakkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang merupakan sila Pancasila yang ke-5.

Tarmuji, selaku ketua panitia, menjelaskan bahwa dalam acara Seminar Nasional kali ini mampu memotivasi pemuda untuk menjadi penggerak kaum milenial dalam mengawal demokrasi. “jadi, dengan adanya acara Seminar Nasional kali ini yang bertemakan Generasi pemuda di Era Milenial dalam mengawal demokrasi Indonesia itu bertujuan supaya pemuda di Indonesia itu mengerti bahwa demokrasi itu masih perlu, karena demokrasi di Indonesia itu penerapannya masih kurang baik” Jawab mahasiswa jurusan ilmu politik itu.

Pelaksanaan seminar kali ini, dibantu oleh beberapa UKM dan Generasi Eksekutif Mahasiswa (GEF) 2019. Generasi Eksekutif Mahasiswa (GEF) 2019 sendiri ialah mahasiswa baru yang direkrut pada kepengurusan DEMA. Pada periode ini ada program Kementerian Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM) DEMA untuk mengadakan pelatihan berorganisasi pada mahasiswa baru 2019 yang lolos seleksi menjadi anggota GEF 2019. Melihat adanya seminar ini merupakan momentum yang tepat untuk melibatkan anggota GEF sebagai bentuk implementasi kegiatan pelatihan organisasi GEF tahun 2019.

Ada beberapa hambatan yang membuat acara Seminar Nasional ini tidak berjalan secara maksimal karena alasan-alasan tertentu yang terjadi setelah mendekati pelaksanaan kegiatan. Salah satunya adalah pengumuman percepetan jadwal kuliah oleh Rektor UIN Walisongo, yang kebetulan seminar ini diselenggarakan pada hari aktif kuliah, sehingga pada hari pelaksanaan kegiatan banyak peserta yang izin karena mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS) dan mengalami penurusan masa dari asalnya target 450 kursi menjadi 250 kursi namun acara tetap berjalan dengan lancar.

Harapan dari ketua panitia untuk kedepannya, jika mengadakan Seminar Nasional lebih bisa memanajemen waktu, SDM, dan mengacu analisis SWOT supaya acara lebih bisa maksimal.

About Admin Fakultas Ilmu Sosial dan Politik

Check Also

Jumat Bersih dan Pisah Sambut Pegawai FISIP

FISIP Online: Semarang- Jumat pagi tanggal 17 Januari 2020, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik mengadakan  …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *