Mahasiswa KKN UIN Walisongo Selenggarakan Webinar Bertema Kesetaraan Gender 

Kelompok 64 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terpadu (MIT) Dari Rumah (DR) ke-14 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang mengadakan webinar dengan mengusung tema ‘’Kesetaraan Gender Dalam Perspektif Islam’’ sekitar pukul 19.30 WIB melalui Google Meet, Jum’at (22/07/2022).

Dosen Pembimbing Lapangan KKN DR MIT Kelompok 64, Endang Supriadi, mengatakan bahwa alasan diangkatnya tema ini karena persoalan gender tentu bagaimana perspektif agama islam itu memandang.  

‘’Tema yang diangkat teman-teman KKN ini tidak lepas dari persoalan yang sering kita dengar, atau bahkan kita mengalami itu. Persoalan gender yang tentunya dalam bagaimana perspektif agama islam itu memandang kedua peran ini,’’tuturnya.

Selain itu, Endang Supriadi selaku dosen pembimbing lapangan juga memberikan harapan kepada pemateri untuk memberikan kejelasan terhadap mahasiswa KKN yang kemudian akan dijadikan sebagai bahan introspeksi diri dalam kehidupan seharinya.

‘’Harapan saya selaku dosen pembimbing lapangan nanti pemateri bisa memberikan adanya kejelasan sehingga mahasiswa pada adik KKN ini ada satu yang kemudian akan dijadikan sebagai bahan introspeksi diri dalam kehidupan seharinya, karena saya yakin teman-teman mahasiswa itu akan bersentuhan akan berhadapan dengan masyarakat baik secara langsung atau tidak langsung. Yang itu akan bersinggungan langsung bagaimana peran si A si B dalam keluarga,’’harapannya.

Dosen FDK UIN Walisongo, Samsul Ridwan, mengatakan bahwa keadilan gender adalah suatu proses adil dalam laki – laki dan perempuan.

‘’Keadilan gender adalah suatu proses adil dalam laki – laki dan perempuan. Potensi kekerasan (social crime) terjadi pada laki-laki. Bukan berarti korbannya itu perempuan.

Beliau juga menyinggung bahwa terdapat hal yang terkait hak perempuan dalam Pra Islam yaitu tidak boleh mewarisi warisan orang tua. Setelah Pra Islam, perempuan boleh mewarisi warisan orang tua.

‘’Terdapat beberapa hal yang terkait hak perempuan dalam pra islam yaitu tidak boleh mewarisi warisan orang tua. Setelah islam perempuan boleh mewarisi warisan orang tua. Bahwa sesungguhnya ajaran islam sangat adil dalam kesetaraan gender,’’pungkas Samsul Ridwan.

Ia menyebutkan bahwa budaya patriarki itu menjadi kendala dalam ketidakadilan gender. Tentu kita bisa memberi contoh, misalnya mulai dari diri kita sendiri.

Reporter : Nuke Rachma Gunarni

Posted in Berita Kegiatan Mahasiswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published.