Semarang, 11 Juni 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Walisongo Semarang terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan kompetensi dosen. Sebagai bagian dari upaya tersebut, tiga dosen baru FISIP mengikuti kegiatan Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Walisongo Semarang pada 10–11 Juni 2026 di Hotel Quest Semarang.

Ketiga dosen tersebut adalah M. Azinudin Ikram, M.Phil. dan Binti Masruroh, M.Sos. dari Program Studi Sosiologi, serta M. A. Najich Alfayn, M.Sos. dari Program Studi Ilmu Politik. Mereka mengikuti rangkaian pelatihan bersama dosen-dosen pemula dari berbagai fakultas di lingkungan Kementerian Agama PTP UIN Walisongo Semarang.

Kegiatan Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) merupakan program pengembangan kapasitas dosen yang diselenggarakan dalam rangka mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi keagamaan di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia. Program ini bertujuan membekali dosen pemula dengan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian sebagai pendidik profesional di perguruan tinggi. Melalui PKDP, para peserta memperoleh penguatan pemahaman mengenai pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sistem penjaminan mutu, etika akademik, pengembangan karier dosen, penelitian dan publikasi ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat.

Sebagai bagian dari komitmen Kementerian Agama Republik Indonesia dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing perguruan tinggi keagamaan, PKDP juga diarahkan untuk membangun budaya akademik yang unggul, memperkuat jejaring kolaborasi antarperguruan tinggi, serta mendorong lahirnya inovasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itu, keikutsertaan dosen-dosen baru FISIP UIN Walisongo Semarang dalam kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas akademik dan profesional mereka dalam mendukung terwujudnya pendidikan tinggi yang bermutu dan berdaya saing global.

Selain meningkatkan kompetensi individu peserta, PKDP juga bertujuan memperluas diseminasi praktik baik penyelenggaraan pendidikan tinggi, memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi, serta meningkatkan eksposur kegiatan akademik kepada masyarakat. Program ini menjadi bagian dari upaya UIN Walisongo Semarang dalam membangun budaya mutu, memperkuat reputasi institusi, dan menghasilkan dosen yang profesional, adaptif, serta mampu menjawab tantangan pendidikan tinggi di era transformasi digital.

Keikutsertaan dosen-dosen baru FISIP dalam PKDP Tahun 2026 diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas akademik dan profesional mereka, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi dalam pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan masyarakat.

Salah satu peserta, M. Azinudin Ikram, M.Phil., menyampaikan bahwa PKDP memberikan wawasan yang sangat penting mengenai dunia akademik dan profesi dosen. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memperkuat pemahaman tentang proses pembelajaran di perguruan tinggi, tetapi juga memberikan gambaran mengenai pengembangan karier dosen melalui penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat.

Senada dengan itu, Binti Masruroh, M.Sos., menilai bahwa PKDP menjadi sarana yang efektif untuk memahami berbagai regulasi, standar mutu, serta budaya akademik yang berlaku di perguruan tinggi. Sementara itu, M. A. Najich Alfayn, M.Sos. menambahkan bahwa kegiatan tersebut membuka peluang kolaborasi dan pertukaran pengalaman dengan dosen-dosen dari berbagai bidang keilmuan.

Dengan mengikuti PKDP Tahun 2026, ketiga dosen baru FISIP UIN Walisongo Semarang diharapkan semakin siap menjalankan perannya sebagai pendidik, peneliti, dan pengabdi kepada masyarakat yang profesional, inovatif, serta mampu mendukung pencapaian visi UIN Walisongo sebagai universitas riset yang unggul dan bereputasi internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *