Latar Belakang FISIP UIN Walisongo

Sebagai sebuah bidang ilmu yang mandiri, ilmu sosial dan ilmu politik merupakan bidang ilmu yang amat penting bagi Indonesia masa depan

Kenapa Harus FISIP ?

Negeri muslim terbesar di dunia ini mampu membuat masyarakat dunia terpesona karena mampu mematahkan keraguan banyak ahli bahwa Islam dan demokrasi bisa berjalan seiring. Prestasi Indonesia dalam demokrasi sungguh membanggakan mengingat banyak negara muslim lain gagal mengembangkan demokrasi. Indonesia terbukti mampu menyelenggarakan demokrasi tanpa adanya korban jiwa dengan tetap memelihara kohesi sosialnya. Namun keberhasilan itu belum diikuti dengan tersedianya stok sosiolog dan politisi yang sekaligus negarawan. Peluang inilah yang coba diambil oleh UIN Walisongo.

Sosiolog dan politisi yang negarawan akan memberikan andil besar pada Indonesia masa depan. Ia akan menjadi agent of change yang sangat dibutuhkan masyarakat dalam memberikan solusi terbaik dalam mengelola permasalahan sosial dan politik Indonesia secara modern dan bermartabat. Kebutuhan akan lulusan FISIP masih cukup tinggi dan belum bisa dipenuhi oleh perguruan tinggi yang ada

UIN Walisongo merasa terpanggil untuk menghasilkan sarjana FISIP yang handal guna memajukan bangsa. FISIP UIN Walisongo dibuka dengan pertimbangan sebagai berikut:

1. Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Memiliki Peran Penting

Dalam pengelolaan Indonesia modern, ilmu sosial dan ilmu politik memegang peran penting guna menciptakan kohesi sosial dan suasana politik yang stabil dan kondusif untuk mendukung pembangunan.

2.  Mampu Mengelola Konflik

Penguasaan ilmu sosial dan ilmu politik yang baik akan membuat seseorang mampu mengelola konflik secara baik di masyarakat sehingga kohesi sosial bisa dipelihara.

3. Mampu Memahami Permasalahan

Penguasaan ilmu sosial dan ilmu politik dengan internalisasi nilai-nilai keislaman akan membuat seseorang mampu memahami berbagai permasalahan sosial dan politik sekaligus menggunakan ilmunya untuk upaya pencarian solusi yang selaras dengan nilai-nilai ketuhanan.

4. Karakter Kuat dan Kesalehan

Mahasiswa lulusan ilmu sosial dan ilmu politik yang memiliki karakter kuat dan kesalehan masih sangat dibutuhkan oleh lembaga-lembaga sosial, lembaga politik praktis dan masyarakat secara umum.

Struktur Organisasi FISIP Periode 2019-2022

Proses Belajar Mengajar

Minat Masyarakat

Minat masyarakat untuk masuk ke UIN Walisongo dalam lima tahun terakhir cenderung meningkat dengan tambahan rata-rata 600 mahasiswa per tahun. Pada tahun akademik 2014/2015, UIN Walisongo menerima sebanyak 2.700 mahasiswa. Sementara pada tahun akademik 2015/2016 UIN Walisongo menerima 3200 mahasiswa. Berdasarkan data yang ada, input mahasiswa UIN Walisongo mayoritas berasal dari sekolah-sekolah berbasis agama baik negeri maupun swasta seperti Madrasah Aliyah Negeri (MAN), Madrasah Aliyah Swasta (MAS), dan SMA Islam. Salah satu penyebab utama meningkatnya minat masyarakat terhadap UIN Walisongo adalah bahwa UIN Walisongo merupakan kampus yang pro rakyat kecil yang ditunjukkan dengan komitmen para pimpinannya untuk selalu menekan biaya pendidikan sehemat mungkin dan memastikan SPP yang terjangkau serta mengalokasikan  beasiswa yang memadai.

 

Alumni sekolah-sekolah yang berbasis agama itu tidak semuanya ingin melanjutkan ke fakultas-fakultas agama tapi banyak juga yang ingin mendalami ilmu umum tanpa meninggalkan ilmu agamanya. Dengan kemampuan ekonomi keluarga yang pada umumnya terbatas di satu sisi dan biaya pendidikan yang semakin mahal pada sisi yang lain, mereka harus diberikan peluang untuk tetap belajar mewujudkan impiannya. UIN Walisongo berkomitmen untuk menampung mereka dan menyediakan wahana belajar dalam bidang ilmu sosial dan politik dengan biaya terjangkau dan kualitas yang memadai. Dengan demikian, para alumni sekolah berbasis agama itu tetap dapat mewujudkan impiannya melalui ilmu pengetahuan yang ditekuninya.

 

FISIP menekankan kajian teori dan praktik dalam ilmu sosial dan politik dengan mengkaitkannya terhadap nilai-nilai keislaman dan tanggung jawab ketuhanan seorang ilmuwan. Sebagaimana diketahui, ilmu sosial dan ilmu politik merupakan ilmu yang bersangkutan dengan masyarakat dan negara, yang berusaha untuk mengerti dan memahami masyarakat dan negara dalam keadaannya, dalam sifat esensialnya, macam-macam bentuk dan manifestasinya serta perkembanganya. Ilmu sosial dan ilmu politik juga mempelajari teori-teori sosial dan masalah kekuasaan dalam masyarakat, sifat hakikatnya, luas lingkupnya, dasar landasannya serta hasil akibatnya.

Hal-hal penting tersebut, belum mendapatkan perhatian yang cukup dari prodi-prodi yang ada di UIN Walisongo hingga saat ini. Padahal, sebagai bagian dari rasa tanggung jawab pada NKRI, UIN Walisongo merasa terpanggil untuk mendidik anak bangsa dalam bidang ilmu sosial dan politik guna menyiapkan generasi yang matang dan saleh dalam interaksi sosial dan politik.

 

Karakteristik yang dibangun FISIP UIN Walisongo adalah integrasi antara ilmu sosial dan ilmu politik dengan nilai-nilai keislaman (ketuhanan) guna menghasilkan generasi insan kamil yang memiliki 5 karakter (Pancakamil), yakni:

N

Berbudi Pekerti Luhur

N

Beerwawasan Kesatuan Ilmu Pengetahuan

N

Berprestasi Dalam Akademik

N

Berkarir Profesional

N

Berkhidmah Kepada Masyarakat