Breaking News
  • FGD BADAN PENGKAJIAN MPR

  • Chek in Peserta FGD di Hotel Santika

  • Sekretariat FGD di Hotel Santika

  • Kedatangan Para Peserta FGD

  • Dekan FISIN Mengisi Daftar Hadir FGD

  • Mahasiswa FISIP Pada Acara FGD

  • Para Narasumber dan Peserta FGD

  • Peserta FGD

  • Peserta FGD

Profil

IMG_20170308_134412Latar Belakang

Keberadaan FISIP semakin dibutuhkan masyarakat seiring berkembangnya permasalahan sosial dan politik masyarakat Indonesia modern yang lebih partisipatif. Era keterbukaan tak hanya melahirkan partisipasi masyarakat yang tinggi dalam kehidupan sosial politik namun juga memunculkan krisis budi pekerti dalam interaksi sosial dan politik. Interaksi masyarakat yang berkarakter dan berkomitmen untuk bangsa menjadi kebutuhan mendesak masyarakat Indonesia saat ini mengingat interaksi sosial dan politik yang transaksional semakin menyebar ke seluruh negeri. Sudah barang tentu hal ini menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat terutama perguruan tinggi untuk mengatasinya.

Sebagai kampus yang memiliki komitmen kerakyatan yang kuat, UIN Walisongo merasa terpanggil untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap agen-agen perubahan sosial dan tokoh-tokoh politik masa depan yang saleh. Untuk itu, UIN Walisongo berkomitmen untuk mendirikan FISIP. Cita-cita itu terwujud dan pada 2015, FISIP resmi dibuka dengan membuka dua program studi, yaitu program studi Ilmu Politik dan program studi Sosiologi. Fakultas ini diarahkan untuk menghasilkan alumni yang bermutu dan profesional di bidang sosial dan politik dengan berbekal pada core competency yang integratif.

Sebagai sebuah bidang ilmu yang mandiri, ilmu sosial dan ilmu politik merupakan bidang ilmu yang amat penting bagi Indonesia masa depan. Negeri muslim terbesar di dunia ini mampu membuat masyarakat dunia terpesona karena mampu mematahkan keraguan banyak ahli bahwa Islam dan demokrasi bisa berjalan seiring. Prestasi Indonesia dalam demokrasi sungguh membanggakan mengingat banyak negara muslim lain gagal mengembangkan demokrasi. Indonesia terbukti mampu menyelenggarakan demokrasi tanpa adanya korban jiwa dengan tetap memelihara kohesi sosialnya. Namun keberhasilan itu belum diikuti dengan tersedianya stok sosiolog dan politisi yang sekaligus negarawan. Peluang inilah yang coba diambil oleh UIN Walisongo.

Sosiolog dan politisi yang negarawan akan memberikan andil besar pada Indonesia masa depan. Ia akan menjadi agent of change yang sangat dibutuhkan masyarakat dalam memberikan solusi terbaik dalam mengelola permasalahan sosial dan politik Indonesia secara modern dan bermartabat. Kebutuhan akan lulusan FISIP masih cukup tinggi dan belum bisa dipenuhi oleh perguruan tinggi yang ada.

UIN Walisongo merasa terpanggil untuk menghasilkan sarjana FISIP yang handal guna memajukan bangsa. FISIP UIN Walisongo dibuka dengan pertimbangan sebagai berikut:

  1. Dalam pengelolaan Indonesia modern, ilmu sosial dan ilmu politik memegang peran penting guna menciptakan kohesi sosial dan suasana politik yang stabil dan kondusif untuk mendukung pembangunan.
  2. Penguasaan ilmu sosial dan ilmu politik yang baik akan membuat seseorang mampu mengelola konflik secara baik di masyarakat sehingga kohesi sosial bisa dipelihara.
  3. Penguasaan ilmu sosial dan ilmu politik dengan internalisasi nilai-nilai keislaman akan membuat seseorang mampu memahami berbagai permasalahan sosial dan politik sekaligus menggunakan ilmunya untuk upaya pencarian solusi yang selaras dengan nilai-nilai ketuhanan.
  4. Hasil pelacakan alumni yang dilakukan oleh LPM (Lembaga Penjamin Mutu) UIN Walisongo menunjukkan bahwa mahasiswa lulusan ilmu sosial dan ilmu politik yang memiliki karakter kuat dan kesalehan masih sangat dibutuhkan oleh lembaga-lembaga sosial, lembaga politik praktis dan masyarakat secara umum.

Minat masyarakat untuk masuk ke UIN Walisongo dalam lima tahun terakhir cenderung meningkat dengan tambahan rata-rata 600 mahasiswa per tahun. Pada tahun akademik 2014/2015, UIN Walisongo menerima sebanyak 2.700 mahasiswa. Sementara pada tahun akademik 2015/2016 UIN Walisongo menerima 3200 mahasiswa. Berdasarkan data yang ada, input mahasiswa UIN Walisongo mayoritas berasal dari sekolah-sekolah berbasis agama baik negeri maupun swasta seperti Madrasah Aliyah Negeri (MAN), Madrasah Aliyah Swasta (MAS), dan SMA Islam. Salah satu penyebab utama meningkatnya minat masyarakat terhadap UIN Walisongo adalah bahwa UIN Walisongo merupakan kampus yang pro rakyat kecil yang ditunjukkan dengan komitmen para pimpinannya untuk selalu menekan biaya pendidikan sehemat mungkin dan memastikan SPP yang terjangkau serta mengalokasikan  beasiswa yang memadai.

Alumni sekolah-sekolah yang berbasis agama itu tidak semuanya ingin melanjutkan ke fakultas-fakultas agama tapi banyak juga yang ingin mendalami ilmu umum tanpa meninggalkan ilmu agamanya. Dengan kemampuan ekonomi keluarga yang pada umumnya terbatas di satu sisi dan biaya pendidikan yang semakin mahal pada sisi yang lain, mereka harus diberikan peluang untuk tetap belajar mewujudkan impiannya. UIN Walisongo berkomitmen untuk menampung mereka dan menyediakan wahana belajar dalam bidang ilmu sosial dan politik dengan biaya terjangkau dan kualitas yang memadai. Dengan demikian, para alumni sekolah berbasis agama itu tetap dapat mewujudkan impiannya melalui ilmu pengetahuan yang ditekuninya.

 

Proses Belajar Mengajar

FISIP menekankan kajian teori dan praktik dalam ilmu sosial dan politik dengan mengkaitkannya terhadap nilai-nilai keislaman dan tanggung jawab ketuhanan seorang ilmuwan. Sebagaimana diketahui, ilmu sosial dan ilmu politik merupakan ilmu yang bersangkutan dengan masyarakat dan negara, yang berusaha untuk mengerti dan memahami masyarakat dan negara dalam keadaannya, dalam sifat esensialnya, macam-macam bentuk dan manifestasinya serta perkembanganya. Ilmu sosial dan ilmu politik juga mempelajari teori-teori sosial dan masalah kekuasaan dalam masyarakat, sifat hakikatnya, luas lingkupnya, dasar landasannya serta hasil akibatnya.

Hal-hal penting tersebut, belum mendapatkan perhatian yang cukup dari prodi-prodi yang ada di UIN Walisongo hingga saat ini. Padahal, sebagai bagian dari rasa tanggung jawab pada NKRI, UIN Walisongo merasa terpanggil untuk mendidik anak bangsa dalam bidang ilmu sosial dan politik guna menyiapkan generasi yang matang dan saleh dalam interaksi sosial dan politik.

Karakteristik yang dibangun FISIP UIN Walisongo adalah integrasi antara ilmu sosial dan ilmu politik dengan nilai-nilai keislaman (ketuhanan) guna menghasilkan generasi insan kamil yang memiliki 5 karakter (Pancakamil), yakni:

  1. Berbudi pekerti luhur
  2. Berwawasan kesatuan ilmu pengetahuan
  3. Berprestasi dalam akademik
  4. Berkarir Profesional
  5. Berkhidmah pada masyarakat.

Sistem pembelajaran di FISIP UIN Walisongo diselenggarakan dalam Sistem Kredit Semester (SKS), setiap semester terdiri atas 18–20 minggu kegiatan. Program pendidikan dijadwalkan selesai selama 8 semester, dan tidak menutup kemungkinan ditempuh dalam waktu kurang dari 8 semester; serta selambat–lambatnya 14 semester. Program pembelajaran dilakukan dalam bentuk kuliah, praktikum, Praktek Kerja Lapangan, maupun tugas–tugas lainnya. Penilaian masing–masing tugas pembelajaran tersebut dihitung dalam Satuan Kredit Kemester (sks). Untuk menjadi sarjana ilmu sosial dan politik, mahasiswa diwajibkan menyelesaikan 144  sks.

Metode pembelajaran yang diterapkan di FISIP UIN Walisongo dirancang untuk menghasilkan output yang mapan dan mandiri dalam melihat permasalahan, penguasaan metodologi, serta siap berinteraksi dalam dunia keilmuan sosial, komunikasi, dan studi media secara nasional dan internasional. Demikian juga dengan upaya untuk meningkatkan kemampuan khusus/ soft skill mahasiswa dalam menghasilkan karya tulis yang layak terbit. Adapun beberapa cara yang ditempuh untuk meningkatkan kemampuan tersebut dengan memusatkan pembelajaran kepada mahasiswa, student centered learning (SCL) melalui berbagai bentuk sebagai berikut:

  • Essay argumentative, untuk melatih kemampuan mahasiswa menghasilkan tulisan dalam bentuk critical analysis dan melatih kemampuan memberikan argumentasi berdasarkan data dan fakta-fakta yang telah dikumpulkan dengan menggunakan filsafat ilmu dan logika keilmuan sosial dan komunikasi.
  • Academic writings, untuk melatih mahasiswa menghasilkan publikasi ilmiah akademik yang sesuai dengan standard jurnal terakreditasi nasional dan jurnal atau publikasi ilmiah nasional dan internasional,
  • Library searching and reading course, untuk melatih kemampuan mahasiswa memahami berbagai bacaan dan literatur akademik sekaligus melatih kemampuan mendiskusikan berbagai perspektif dan pandangan serta teorema-teorema yang dihasilkan oleh para akademisi dan scholars. Library searching sekaligus melatih mahasiswa untuk tidak melakukan plagiarism dan handal untuk membuat referencing bagi karya tulis dan disertasinya.
  • Proposal penelitian, untuk mengasah kemampuan mahasiswa mengidentifikasi permasalahan atau gejala sosial yang berkaitan dengan media dan peristiwa-peristiwa komunikasi, serta mengajukan pertanyaan yang kritis untuk kemudian mengidentifikasi metodologi penelitian hal yang relevan guna menghasilkan jawaban atas pertanyaan penelitian yang diajukan.
  • Presentasi oral dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, untuk membiasakan mahasiswa melakukan presentasi dan public speaking baik untuk kepentingan academic audiences maupun untuk kepentingan business clients dan masyarakat umum dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris) yang harus dikuasai mahasiswa.
  • Diskusi kelompok, dimaksudkan untuk membentuk sebuah team work yang terdiri dari berbagai latar belakang pekerjaan dan bidang yang ditekuni mahasiswa. Sekaligus memberikan kemampuan mahasiswa untuk melakukan sosialisasi dengan orang lain, membeberkan ide dan argumentasinya, serta kemampuan untuk mau mendengarkan dan menerima ide, pikiran, pendapat dan argumentasi orang lain.

Selain itu untuk melatih keberanian mahasiswa tampil dalam forum ilmiah maka mahasiswa difasilitasi dengan kegiatan ilmiah seperti diskusi ilmiah secara periodik. Jenis dan ragam media pembelajaran meliputi media pembelajaran yang dapat menunjang kegiatan perkuliahan Program Studi Psikologi baik media visual, media audio, maupun media audio visual seperti kaset audio, video CD, perangkat laboratorium, dan sebagainya yang digunakan dalam kegiatan perkuliahan, praktikum, maupun kerja lapangan.[]