Purwokerto, 26 Agustus 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Walisongo Semarang melakukan benchmarking ke Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman (FISIP Unsoed), Jumat (28/8/2026). Kegiatan ini secara khusus membahas upaya peningkatan kualitas dan pengembangan Laboratorium Program Studi Ilmu Politik.

Kunjungan benchmarking tersebut menjadi bagian dari langkah strategis FISIP UIN Walisongo dalam memperkuat sarana dan prasarana akademik, khususnya laboratorium yang menjadi salah satu fasilitas penting dalam mendukung proses pembelajaran, penelitian, serta pengembangan kompetensi mahasiswa Program Studi Ilmu Politik.

Kedatangan rombongan FISIP UIN Walisongo disambut langsung oleh Dekan FISIP Universitas Jenderal Soedirman, Prof. Slamet, beserta jajaran FISIP Unsoed. Suasana penyambutan berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi antarperguruan tinggi.

Dalam sambutannya, Dekan FISIP UIN Walisongo, Prof. Moh. Fauzi menyampaikan apresiasi atas penerimaan dan kesempatan yang diberikan FISIP Unsoed untuk melakukan benchmarking. Menurutnya, kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen FISIP UIN Walisongo untuk terus melakukan evaluasi dan peningkatan mutu secara berkelanjutan.

“Benchmarking ini menjadi kesempatan bagi kami untuk belajar dari FISIP Unsoed, khususnya dalam pengelolaan dan pengembangan laboratorium Ilmu Politik. Kami berharap berbagai praktik baik yang diperoleh dapat menjadi referensi dalam meningkatkan kualitas layanan akademik dan pembelajaran di FISIP UIN Walisongo.”

Sementara itu, Dekan FISIP Unsoed, Prof. Slamet, menyambut baik kunjungan FISIP UIN Walisongo. Ia menyampaikan bahwa forum benchmarking tidak hanya menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, tetapi juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara kedua fakultas.

Pertukaran pengalaman tersebut mencakup berbagai aspek pengelolaan laboratorium, mulai dari pengembangan fasilitas, tata kelola, pemanfaatan laboratorium untuk kegiatan pembelajaran dan penelitian, hingga strategi penguatan kapasitas mahasiswa dan dosen.

Laboratorium Ilmu Politik memiliki posisi strategis dalam menunjang pembelajaran berbasis praktik. Keberadaan laboratorium diharapkan dapat memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan analisis politik, melakukan simulasi, mengolah data, serta memahami berbagai fenomena politik secara lebih aplikatif.

Melalui benchmarking ke FISIP Unsoed, FISIP UIN Walisongo berupaya mengidentifikasi berbagai best practices yang dapat diadaptasi sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik Program Studi Ilmu Politik UIN Walisongo.

Kegiatan ini juga diharapkan tidak berhenti pada pertukaran informasi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui penguatan jejaring kelembagaan dan kerja sama akademik antara FISIP UIN Walisongo dan FISIP Unsoed, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, pengembangan laboratorium, maupun kegiatan akademik lainnya.

Benchmarking tersebut sekaligus menegaskan komitmen FISIP UIN Walisongo untuk terus menghadirkan lingkungan pembelajaran yang semakin berkualitas, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa serta perkembangan ilmu sosial dan politik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *