Semarang – Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi, membentuk opini, hingga terlibat dalam gerakan sosial. Isu tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam International Guest Lecture bertajuk “Media and Social Movement” yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Walisongo Semarang dalam rangka perkuliahan International Class Social Movement.
Kegiatan yang dilaksanakan di Meeting Room A3, Campus 3 FISIP UIN Walisongo Semarang ini menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Mohd. Nor Shahizan Ali, dosen komunikasi dari Faculty of Social Sciences and Humanities, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), sebagai narasumber. Sementara itu, Nur Hasyim, M.A., dosen Sosiologi FISIP UIN Walisongo Semarang, bertindak sebagai moderator.
Perkuliahan internasional tersebut dilaksanakan menggunakan bahasa Inggris dan diikuti oleh 40 mahasiswa FISIP UIN Walisongo Semarang. Penggunaan bahasa Inggris sekaligus memberikan pengalaman akademik internasional kepada mahasiswa melalui interaksi langsung dengan akademisi dari luar negeri.
Salah satu isu penting yang dibahas adalah bagaimana perkembangan AI membawa perubahan terhadap hubungan antara media dan gerakan sosial. Kehadiran AI membuat produksi, distribusi, dan konsumsi informasi berlangsung semakin cepat. Dalam konteks gerakan sosial, teknologi digital dan AI dapat memengaruhi bagaimana sebuah isu memperoleh perhatian publik, bagaimana informasi disebarluaskan, serta bagaimana masyarakat merespons suatu isu.
Media yang semakin terintegrasi dengan teknologi AI juga memiliki kemampuan untuk menyebarkan pesan kepada audiens dalam skala luas. Algoritma pada platform digital, misalnya, turut menentukan informasi yang muncul dan memperoleh perhatian pengguna. Kondisi tersebut membuat media digital memiliki posisi penting dalam proses pembentukan opini, mobilisasi partisipasi, dan pengambilan keputusan individu.
Dalam konteks gerakan sosial kontemporer, mobilisasi massa juga tidak selalu dimulai dari pertemuan secara fisik. Sebuah isu dapat berkembang melalui media sosial, memperoleh perhatian publik, membangun solidaritas, kemudian mendorong partisipasi masyarakat. AI semakin memperkuat proses tersebut melalui kemampuan pengolahan informasi, personalisasi konten, analisis perilaku pengguna, serta percepatan produksi dan penyebaran pesan.
Namun, perkembangan tersebut juga menghadirkan tantangan baru. Mahasiswa diajak melihat secara kritis bagaimana teknologi yang dapat membantu gerakan sosial memperluas jangkauan pesan juga dapat digunakan untuk menghasilkan dan menyebarkan informasi yang menyesatkan, manipulasi konten, maupun membentuk echo chamber. Karena itu, literasi media dan kemampuan memahami cara kerja teknologi menjadi semakin penting dalam membaca perkembangan gerakan sosial pada era AI.
Melalui perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan memahami bahwa kajian gerakan sosial terus berkembang mengikuti perubahan masyarakat. Media tidak lagi sekadar menjadi saluran komunikasi, tetapi telah menjadi arena tempat narasi dibangun, identitas kolektif dikonstruksi, dukungan dihimpun, dan tindakan kolektif diorganisasikan. Kehadiran AI menambahkan dimensi baru dalam hubungan tersebut.
International Guest Lecture ini sekaligus menjadi bagian dari upaya FISIP UIN Walisongo Semarang dalam memperkuat atmosfer akademik internasional. Melalui International Class Social Movement, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mempelajari dinamika gerakan sosial dari perspektif global sekaligus mendiskusikan isu-isu kontemporer seperti perkembangan media digital dan Artificial Intelligence.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa dalam memahami bahwa transformasi digital membawa peluang sekaligus tantangan bagi gerakan sosial. Kemampuan membaca secara kritis hubungan antara AI, media, opini publik, dan mobilisasi sosial menjadi semakin relevan bagi mahasiswa ilmu sosial dalam memahami perubahan masyarakat kontemporer.